Inilah 4 Pahlawan Nasional Tahun 2017 yang Ditetapkan Pemerintah

233


Berikut daftar nama-nama tokoh yang memperoleh gelar Pahlawan Nasional dari Presiden RI.

1. Almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Tuan Guru Kiai Haji alias TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah ulama tersohor dari Pulau Lombok, Privinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia merupakan pendiri Nahdlatul Wathan, organisasi massa Islam terbesar di NTB.

Di Pulau Lombok, Tuan Guru sendiri adalah gelar bagi para pemimpin agama yang bertugas membina, membimbing dan mengayomi umat Islam dalam hal-hal keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Karena pengabdian ulama karismatik yang meninggal pada 21 Oktober 1997 itu, presiden menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional.

2. Almarhum Laksamana Malahayati

Siapa yang tak kenal sosok wanita tangguh dari Aceh. Ia adalah sosok pemberani yang tak takut mati demi menjaga kerajaan Aceh dari serbuan musuh. Wanita hebat yang merupakan laksamana laut pertama di dunia.

Sosoknya digambarkan sebagai panglima perang Kesultanan Aceh yang mampu menaklukkan armada angkatan laut Belanda dan bangsa Portugis pada abad ke-16 Masehi.

3. Almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah

Sosoknya dikenal sebagai pejuang yang konsisten dan pantang menyerah terhadap penjajah Belanda semasa hidupnya. Pada 1788, tokoh dari Provinsi Kepulauan Riau ini digadang-gadang merupakan penguasa terbesar dan jenius di kalangan Melayu. Karena itulah, tokoh yang meninggal pada 12 Januari 1812 itu akan diangkat sebagai Pahlawan Nasional.

4. Almarhum Lafran Pane

Lafran Pane dikenal berkat jasanya menderikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 5 Februari 1947. HMI merupakan organisasi mahasiswa yang berlabel “Islam” pertama di Indonesia dengan dua tujuan dasar. Pertama, mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia. Kedua, menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. Dua tujuan inilah yang kelak menjadi pondasi dasar gerakan HMI sebagai organisasi maupun individu-individu yang pernah dikader di HMI.

Lafran Pane lahir di Padang, Sumatra Utara, pada 5 Februari 1922. Namun, orang mulai mengenal Lafran setelah kematiannya pada 24 Januari 1991. Meski ia lahir di Padang, namun Presiden memberikan gelar Pahlawan Nasional sebagai tokoh dari Provinsi Yogyakarta. Kerena di kota itulah Lafran mengenyam pendidikan dan aktif dalam HMI.

Komentar Pengunjung