Kisah Pengingkaran dan Lupanya Adam

112


At Tirmidzi meriwayatkan dalam sunan-nya dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘setelah Allah menciptakan, kemudian Allah SWT mengusap punggungnya, lalu dari punggungnya berjatuhan setiap nyawa yang Allah ciptakan hingga hari kiamat tiba, dan menjadikan bagi setiap manusia diantara mereka berkas cahaya di antara kedua matanya, lalu Allah memperlihatkan mereka kepada Adam. Adam kemudian bertanya, ‘Mereka siapa, Ya Rabb?’ Allah SWT kemudian menjawab, ‘Mereka keturunanmu.’

Adam kemudian melihat seseorang di antara mereka, dan berkas cahaya di anatara kedua matanya membuat Adam kagum, lalu Adam bertanya, ‘Ya Rabb, siapakah dia?’ Allah kemudian menjawab, ‘Dia seseorang dari kalangan terakhir umat-umat dari keturunanmu. Namanya Dawud.’ Adam bertanya, ‘Berapa usia yang Engkau berikan kepadanya?’ Allah menjawab, ‘Enam puluh tahun.’ Adam berkata, ‘Ya Rabb! tambahkan empat puluh tahun untuknya dari usiaku.’

Setelah usia Adam habis, malaikat maut datang untuk mencabut nyawanya. Kemudian Adam berkata, ‘Bukankah usiaku masih tersisa empat puluh tahun?’ Malaikat maut menjawab, ‘Bukankah empat puluh tahun itu sudah kau berikan untuk anakmu, Dawud? Adampun terdiam.

Sabda Rasulullah SAW:
“Adam ingkar, keturunannya pun ingkar. Adam dibuat lupa, keturunannya pun dibuat lupa. Adam berbuat salah, keturunanannya pun dibuat salah.”

Hadits di atas menurut Abu Isa merupakan hadits hasan shahih. Hadits ini diriwayatkan melalui beberapa jalur dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah SAW.

At Tirmidzi juga meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Setelah Allah menciptakan Adam dan meniupkan ruh padanya, Adam bersin lalu mengucapkan, ‘Alhamdulillah.’ Ia memuji Allah atas izin-Nya, lalu Allah berfirman, ‘Rahimakallah’, wahai Adam, kemudian temuilah para malaikat yang tengah duduk itu, lalu ucapkan ‘Assalamu’alaikum’. Ketika mendengar salam Nabi Adam, para malaikat pun menjawab ‘Wa’alaikumsalam warahmatullah.’ Setelah itu Adam kembali menemui Rabbnya, lalu Allah SWT berfirman, ‘Itu adalah salammu dan salam diantara sesama anak-anakmu.’

Kemudian Allah SWT berfirman padanya dengan dua tangan menggenggam, ‘Pilihlah mana yang kau mau diantara keduanya.’ Adam berkata, ‘Aku memilih yang kanan, Wahai Rabbku.’ Kemudian Allah SWT membentangkannya, ternyata didalamnya ada Adam keturunannya.

Nabi Adam kemudian bertanya, “Ya Rabb, siapakah mereka?” Allah menjawab, “Mereka keturunanmu.” DAn ternyata setiap orang telah sudah tertulis usianya di antara kedua matanya, dan di antara mereka ada seseorang yang paling bersinar wajahnya. Adam kemudian bertanya, ‘Ya Rabb, siapakah dia?’ Allah kemudian menjawab, ‘Dia anakmu, Dawud. Aku tetapkan usianya empat puluh tahun.’ Adam kemudian berkata, ‘Ya Rabb! tambahkan usianya.’ Allah berfirman, ‘Itu sudah aku tetapkan untuknya.’ Adam kemudian berkata, ‘Ya Rabb! aku berikan enam puluh tahun dari umurku untuknya.’ Allah SWT kemudian menyetujuinya.

Adam kemudian ditempatkan di Syurga seperti yang Allah kehendaki, setelah itu ia diturunkan dari surga. Adam kemudian menghitung usianya, lalu malaikat maut datang padanya. Adam berkata padanya, ‘Kau terburu-buru, usiaku ditetapkan seribu tahun.’ Malaikat maut berkata, ‘Betul, tapi kau sudah memberikan enam puluh tahun dari usiamu kepada Dawud.’

Sabda Rasulullah SAW:
“Adam ingkar, keturunannya pun ingkar. Adam dibuat lupa, keturunannya pun dibuat lupa. Adam berbuat salah, keturunanannya pun dibuat salah.” Dan mulai saat itu diperintahkanlah kepada Malaikat untuk mencatat setiap permasalahan dan mendatangkan para saksi.

Komentar Pengunjung